SERTIFIKAT PHYTOSANITARY : Pengertian, Fungsi dan Syarat Ketentuan Pembuatan

Pertanian641 views

Bagi pelaku bisnis yang sudah sering melakukan kegiatan ekspor atau impor suatu produk, tentu saja sudah tidak asing lagi mendengar istilah Setifikat Phytosanitry. Namun beberapa orang awam ataupun yang baru ingin melakukan bisnis ekspor impor tentu saja wajib mengetahui apa itu Setifikat Phytosanitry, apa saja fungsinya, bagaimana syarat dan ketentuan pembuatan Setifikat Phytosanitry dan juga tentu saja Anda juga harus mengetahui alasan mengapa Setifikat Phytosanitry bisa tidak aktif, tidak layak atau tidak valid. Selain itu juga, Anda harus waspada dengan adanya Setifikat Phytosanitry palsu.

Lantas bagaimana mengetahui itu semua? dalam tulisan ini akan dijelaskan mulai dari pengertian Setifikat Phytosanitry hingga proses pembuatan dan persyaratan yang harus Anda ketahui agar proses ekspor bisa berjalan lancar.

Pengertian Setifikat Phytosanitry

Sertifikat phytosanitary adalah sertifikat yang menyatakan bahwa suatu komoditas telah diinspeksi oleh pihak yang berwenang dan dinyatakan aman dari adanya hama dan patogen. Sertifikasi phytosanitary juga dapat diartikan sebagai sertifikat ekspor. Sertifikat ini memfasilitasi dan memperlancar jalannya proses impor dan ekspor produk pertanian secara domestik maupun internasional.

Pihak pemberi sertifikat phytosanitary biasanya akan mengecek dan melakukan sertifikasi terhadap produk pertanian untuk memastikan apakah mereka telah memenuhi persyaratan kualitas yang ditetapkan oleh negara tujuan (penerima).

Ketentuan sertifikat phytosanitary

Sertifikat phytosanitary memiliki ketentuan yang telah ditetapkan oleh badan ekspor yang melakukan pengecekan terhadap kualitas produk yang diimpor atau diekspor. Salah satu contoh badan yang berwenang di Amerika Serikat yaitu Minnesota Department of Agriculture (MDA) Export Certification Program yang bertanggungjawab dalam melakukan pengecekan dan sertifikasi produk yang diekspor dan diimpor. Umumnya Setifikat Phytosanitry digunakan sebagai salah satu syarat eskpor produk pertanian.

Program tersebut bekerjasama dengan pihak USDA, pelayanan inspeksi kesehatan hewan dan tumbuhan, program karantina dan perlindungan tumbuhan, layanan ekspor untuk mengeluarkan dokumen untuk komoditas yang masuk ke luar negeri. Pihak staf MDA juga berperan sebagai pihak yang pertama dihubungi oleh para eksportir ketika ingin masuk ke pasar internasional.

Fungsi sertifikat phytosanitary

Sertifikat phytosanitary dimaksudkan untuk proses pengapalan produk ke negara lain. Namun, pada penerapannya, setiap negara memiliki kebijakan sendiri terhadap penyertaan sertifikat phytosanitary.

Ada negara yang meminta untuk melakukan beberapa prosedur persyaratan sebelum menggunakan sertifikat phytosanitary sebagai izin. Prosedur persyaratan tersebut dapat meliputi perlakuan kimia, inspeksi terhadap tumbuhan induk, dan pengujian laboratorium terhadap penyakit tumbuhan.

Sertifikat phytosanitary juga digunakan untuk produk yang dikirim ke Amerika Serikat yang membutuhkan persyaratan bebas hama tumbuhan. Secara umum, sertifikat phytosanitary digunakan ketika akan mengirimkan produk yang berisiko tinggi seperti tumbuhan hidup dari Kanada menuju Alaska atau ke Puerto Rico atau perbatasan Amerika Serikat lainnya.

Sertifikat phytosanitary yang tidak layak

Setiap sertifikat yang digunakan untuk keperluan impor dan ekspor harus memenuhi persyaratan yang ada dan harus legal atau asli. Sertifikat yang tidak memenuhi hal tersebut dapat dinyatakan sebagai tidak layak pakai atau tidak diakui.

Sertifikat phytosanitary yang layak digunakan harus memenuhi peraturan yang ada di ISPM Pub No. 13: Panduan untuk pemberitahuan dari aksi emergensi dan ketidakpatuhan.

Alasan sertifikat phytosanitary tidak valid

Berikut ini adalah alasan mengapa sertifikat phytosanitary tidak valid sehingga dapat terjadi penolakan dan permohonan untuk informasi tambahan:

  1. Tidak terbaca
  2. Tidak lengkap
  3. Periode validasi telah kadaluarsa atau tidak memenuhi syarat
  4. Perubahan atau penghapusan yang tidak sah
  5. Penyertaan informasi yang bertentangan atau tidak konsisten
  6. Penggunaan kalimat yang tidak konsisten
  7. Sertifikasi produk terlarang
  8. Salinan tidak bersertifikat

Alasan sertifikat phytosanitary palsu

Berikut ini adalah beberapa alasan sertifikat phytosanitary dinyatakan sebagai sertifikat palsu:

  1. Tidak disahkan oleh NPPO
  2. Diterbitkan pada form yang tidak sah oleh penerbit NPPO
  3. Diterbitkan oleh pihak atau organisasi yang tidak disahkan oleh NPPO
  4. Mengandung informasi yang salah atau sesat

Persyaratan sertifikat phytosanitary dari negara importir

Negara pengimpor bisa melakukan permintaan beberapa ketentuan yang spesifik yang sebaiknya diamati dengan cermat untuk proses persiapan dan penerbitan sertifikat phytosanitary. Berikut adalah beberapa persyaratan yang biasa diminta:

  1. Bahasa yang digunakan pada sertifikat harus merupakan salah satu bahasa dari beberapa bahasa yang terdaftar pada bahasa resmi FAO (Food and Agriculture Organization).
  2. Periode validasi impor biasanya diminta oleh negara pengimpor untuk dijelaskan.
  3. Penyelesaian dengan menggunakan mesin ketik atau tulisan tangan.
  4. Deskripsi kuantitas harus dijelaskan secara spesifik dalam bentuk unit.