Mengenal Residu Pestisida

Insektisida386 views

Residu pestisida sering mengancam keamanan buah dan sayuran yang dikonsumsi. Sebelumnya, sudah tahukah Anda mengenai apa itu residu pestisida dan bahayanya? Simak artikel berikut ini!

Residu pestisida menjadi hal yang paling diwaspadai ketika akan mengkonsumsi hasil pertanian seperti sayuran dan buah-buahan segar.

Pasalnya, residu pestisida memang dapat berpotensi menempel pada bahan-bahan pangan segar tersebut dan ikut termakan oleh orang yang tidak menyadari keberadaannya dan dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan.

Pengertian pestisida

Residu pestisida merupakan sisa dari pestisida yang tertinggal di bahan pangan yang telah disemprot dengan pestisida.

Pestisida sendiri merupakan suatu bahan kimia yang digunakan untuk mengusir atau mengendalikan populasi hama atau hewan yang merugikan tanaman seperti hewan pengerat, serangga, dan kutu.

Pestisida memiliki beberapa produk turunanya seperti insektisida, herbisida, rodentisida, dan fungisida.

  • Insektisida: merupakan pestisida yang digunakan untuk membunuh serangga.
  • Herbisida: merupakan pestisida yang digunakan untuk membunuh gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman.
  • Rodentisida: merupakan pestisida yang digunakan untuk membunuh hewan pengerat seperti tikus.
  • Fungisida: merupakan pestisida yang digunakan untuk membunuh fungi atau jamur.

Bahaya residu pestisida terhadap kesehatan

Residu pestisida yang terdapat atau tertinggal pada bahan pangan dapat menyebabkan sejumlah permasalahan kesehatan yang serius jika tidak ditangani dengan baik.

Pada sebuah penelitian mengenai paparan terhadap residu pestisida dapat dikaitkan dengan adanya risiko penyakit Parkinson yang lebih tinggi dan dapat mengubah gen-gen spesifik.

Penelitian lain menemukan bahwa residu pestisida dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit Alzheimer dan juga kanker.

Berdasarkan sebuah studi pada 30.000 pasangan wanita yang merupakan penyemprot pestisida, peningkatan paparan terhadap organofosfat dikaitkan dengan tingginya risiko kanker yang disebabkan oleh hormon seperti kanker payudara, tiroid, dan ovarium.

Terdapat kemiripan pada pengamatan pada manusia, hewan, dan studi dengan menggunakan tabung reaksi terhadap adanya risiko peningkatan risiko kanker payudara yang disebabkan oleh adanya paparan terhadap pestisida seperti malathion, terbufos, dan chlorpyrifos seiring dengan berjalannya waktu.

Beberapa studi juga menemukan bahwa penggunaan pestisida dikaitkan dengan adanya peningkatan risiko beberapa tipe kanker termasuk prostat, paru-paru, dan liver.

Bahaya residu pestisida pada anak-anak

Residu pestisida juga dapat mengancam kesehatan pada anak-anak. Beberapa studi menemukan adanya beberapa efek negatif pada anak-anak.

Pada anak-anak yang mengalami kecelakaan sehingga terpapar dengan residu pestisida dalam jumlah yang besar, dapat berpotensi mengalami kanker, kelainan defisit atensi hiperaktivitas (ADHD), dan autisme.

Ditambah lagi, berdasarkan pada suatu review, bahkan paparan residu pestisida pada jumlah yang rendah sekalipun dapat mempengaruhi neurologi dan perkembangan kebiasaan pada anak-anak.

Pada studi yang lebih tua yang melibatkan anak-anak sebanyak 1.139, ditemukan adanya potensi peningkatan 50-90% dari penyakit ADHD pada anak-anak dengan tingkat pestisida pada urin yang lebih tinggi.

Pada sebuah studi pada tahun 2013, menunjukkan bahwa tidak terdapat dampak negatif pada kesehatan dari 350 bayi yang lahir dari perempuan yang memiliki kandungan pestisida yang lebih tinggi selama masa kehamilan.

Cara menghilangkan residu pestisida

Residu pestisida di dalam bahan pangan memang tidak bisa dihindari mengingat penggunaan pestisida di dunia  pertanian telah menjadi suatu kebutuhan untuk meningkatkan hasil produksi.

Namun, residu pestisida di dalam bahan pangan dapat diminimalisir dengan melakukan beberapa cara yang dapat mengurangi residu pestisida di dalam suatu bahan pangan.

World Health Organization (WHO) telah mengembangkan studi mengenai residu pestisida dan pada salah satu studinya menunjukkan bahwa 3% dari apel Polandia mengandung kadar pestisida di atas batas keamanan yang diizinkan untuk bahan pangan.

Residu pestisida dapat dikurangi dengan cara melakukan pemasakan atau pemrosesan pada bahan pangan yang berpotensi mengandung residu pestisida dengan cara melakukan pengupasan, pemotongan, dan juga pemisahan bagian-bagian yang mengandung residu pestisida.

Biasanya bagian-bagian yang mengandung residu pestisida adalah bagian luar buah dan sayuran seperti bagian kulitnya.