oleh

Cara Simpan Pakan Menir dan Katul agar Tetap Bagus Tahan Lama

Pakan Merupakan unsur terpenting yang menopang pertumbuhan hewan ternak. Karenanya stok pakan harus dijaga agar tetap bagus dengan kadar nutrisi yang stabil. Seperti halnya cara penyimpanan menir dan katul untuk pakan ternak yang juga perlu jadi perhatian utama.

Menir dan bekatul banyak dikenal sebagai pakan hewan dengan nutrisi yang cukup tinggi. Namun bila penyimpanannya tidak diperhatikan akan berdampak pada hilangnya nutrisi di dalamnya. Bahkan bisa saja pakan jadi racun untuk hewan ternak.

Cara Penyimpanan Menir dan Katul untuk Pakan Ternak

Anda mungkin pernah mendapat kasus pakan yang bau bahkan busuk padahal baru dibeli. Jangan salah, bisa jadi metode penyimpanan yang dilakukan kurang tepat. Terdapat beberapa cara penyimpanan sederhana namun tepat yang bisa digunakan , berikut tim Artikel Portal rangkum sebagai berikut:

  1. Simpan di Tempat Terpisah

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah menyimpan menir dan bekatul di tempat yang terpisah. Walaupun nantinya kedua pakan ini sering digabung akan sangat penting untuk menyimpannya saat belum hendak digunakan.

Perlu diingat keduanya merupakan jenis pakan dengan kadar air yang berbeda beda. Umumnya bekatul memiliki sifat menyerap air namun bila dibiarkan terlalu lama bisa membusuk. Intinya pemisahan bisa jadi upaya utama agar pakan tetap bagus dan tahan lama.

  1. Hindari Penyimpanan di Tempat Lembap

Hindari juga penyimpanan pakan menir dan katul di tempat yang lembap. Menir dan katul dibuat dengan cara pemisahan lalu pengeringan. Keduanya dapat bertahan bila terjaga dalam kondisi kering.

Tempat lembap bisa meningkatkan kemungkinan busuk lebih cepat. Tentu ini akan sangat merugikan peternak apalagi sudah merencanakan penggunaan pakan untuk stok yang cukup lama. Kerugian pun harus dihadapi gara-gara cara simpan yang tidak tepat.

  1. Perhatikan Keberadaan Jamur dan Organisme Lain

Selanjutnya perhatikan keberadaan jamur atau organisme lain yang bisa saja terlihat di permukaan pakan. Baiknya juga Anda memeriksa secara menyeluruh mulai dari bagian atas hingga bawah. Keberadaan jamur bisa jadi indikator pakan yang lembap.

Sedangkan organisme kecil seperti halnya ulat atau serangga pengurai lainnya bisa jadi penanda bahwa pakan mulai busuk. Selanjutnya bila pakan tercium bau yang menyengat baiknya segera mengganti pakan hewan ternak Anda.

  1. Jemur Pakan dan Jangan Terlalu Menumpuk

Jangan lupa juga untuk menjemur pakan sesekali. Anda yang langsung membeli menir dan katul dalam jumlah banyak biasanya bertujuan menjadikannya sebagai stok. Namun penjemuran ini dilakukan untuk menjaga kadar kering pada pakan.

Lalu perhatikan juga cara penyimpanan pakan jangan sampai terlalu menumpuk. Lagi-lagi cara simpan dengan menumpuk terlalu padat bisa menyebabkan percepatan kelembapan pakan. Kemungkinan busuk, basah, tidak bisa digunakan hingga kerugian bisa jadi tidak bisa dihindari.

  1. Gunakan Pembungkus Pakan Berpori

Terakhir, usahakan untuk menggunakan pembungkus dengan pori yang cukup besar namun tetap bisa menampung pakan dalam jumlah banyak. Menir dan katul memiliki sifat cukup padat dan kemungkinan menyebabkan suhu panas dari dalam.

Suhu panas ini justru bisa menimbulkan uap air yang bila tertahan bisa mempercepat pembusukan. Pembungkus berpori bisa menahan laju lembap dari dalam. Gunakan pembungkus seperti karung goni yang terbukti efektif menahan lembap.

Gunakan cara penyimpanan menir dan katul untuk pakan ternak di atas agar pakan tetap bagus tahan lama. Cara di atas juga efektif menjaga kandungan nutrisi pakan hewan. Namun penggunaan vitamin tambahan bisa bantu pertumbuhan dan perkembangan hewan secara maksimal.