Panduan Menyimpan Biji Menurut FAO

Penyimpanan biji harus dilakukan dengan benar dan sistematis agar biji tidak mengalami penurunan mutu. Berikut adalah panduan menyimpan biji menurut FAO.

Manfaat menyimpan biji

Penyimpanan biji memiliki sejumlah manfaat yaitu khususnya untuk menjaga dan memperpanjang umur simpan biji tersebut. Panduan menyimpan biji yang baik harus diikuti dengan praktik sanitasi gudang yang baik juga, karena lingkungan yang bersih akan melindungi biji dari kerusakan akibat kondisi lingkungan dan juga serangan hama, sehingga umur simpan dan kualitasnya dapat terjaga.

Menjaga lingkungan gudang yang ideal adalah dengan melakukan kegiatan spraying atau fogging secara rutin. Obat insektisida cair yang saat ini tengah banyak dipakai orang adalah SILOGUD 250 EC karena terbukti ampuh membasmi hama resisten dan baunya cepat hilang dengan tidak mengurangi keefektifan dari bahan aktif obatnya itu sendiri.

Fase penyimpanan biji

Panduan menyimpan biji menurut Food and Agriculture Organization atau FAO dapat dibagi menjadi beberapa tingkatan yaitu pra panen, panen-gudang, gudang, gudang-penanaman. Berdasarkan alur penyimpanan biji tersebut, maka lokasi produksi dan waktu produksi harus tepat sehingga kualitas biji dapat terlindungi dari risiko kerusakan akibat transportasi.

Ketentuan penyimpanan biji

FAO menetapkan ketentuan penyimpanan biji yang akan disimpan di dalam panduan menyimpan biji. Ketentuan tersebut dibagi menjadi lima kategori yaitu:

  • Penyimpanan jangka pendek biji milik komunitas petani.
  • Penyimpanan jangka pendek generasi stok biji pertama.
  • Penyimpanan jangka pendek stok biji komersial (biji yang telah bersertifikat).
  • Penyimpanan biji bawaan (biji dari generasi awal dan biji komersial).
  • Penyimpanan biji jangka panjang benih plasma nutfah.

Sensitivitas biji

Panduan menyimpan biji menurut FAO juga menjelaskan mengenai sensitivitas biji terhadap pengeringan dan temperatur. Biji memiliki sensitivitas terhadap pengeringan dan temperatur yang beragam, ada biji yang mudah mengalami penurunan ketika terpapar oleh kadar kelembaban tertentu. Kelembaban biji merupakan faktor kritis yang mempengaruhi daya tahan dan umur simpan semua jenis biji.

Oleh karena itu, penting sekali untuk dilakukan identifikasi terhadap tipe biji sebelum menentukan proses penyimpanan. Berikut adalah beberapa kategori biji.

  1. Biji ortodoks: biji yang berumur simpan panjang, dapat dikeringkan hingga mencapai kadar kelembaban 5% tanpa mengalami kerusakan. Dapat dikemas dan dibekukan. Contohnya yaitu selada, kubis, dan kanola.
  2. Biji non ortodoks: biji yang memiliki umur simpan singkat dan tidak dapat dikeringkan hingga kadar air dibawah 20-30% tanpa kerusakan. Biji tipe ini tidak tahan terhadap pendinginan. Contohnya yaitu biji alpukat, kakao, kelapa, mangga, pepaya, dan walnut.
  3. Biji intermediet: biji yang bukan termasuk dalam kategori ortodoks maupun non ortodoks. Biji tipe ini memiliki toleransi terhadap pengeringan namun sensitif terhadap suhu rendah. Contohnya yaitu citrus, kopi, jambu, dan kacang mete.

Panduan penyimpanan biji pada tingkatan yang berbeda

Panduan menyimpan biji pada setiap tingkatan penyimpanan dari biji selama di gudang sangat perlu dipahami, sehingga biji terhindar dari risiko penurunan mutu selama penyimpanannya.

Panen

Panduan menyimpan biji pada masa panen dapat dilakukan dengan menjaga kualitas biji agar tetap dalam kondisi baik dan tidak mengalami penurunan akibat kerusakan dari faktor lingkungan dan faktor eksternal lainnya.

Panduan menyimpan biji pada fase ini dapat dilakukan dengan cara:

  • Memilih biji yang berasal dari tumbuhan yang sehat.
  • Melakukan panen lebih awal.
  • Mengatur jadwal untuk pengeringan dan pengguguran biji secara rutin.

Panen-proses

Kunci dari penyimpanan biji pada fase ini yaitu dengan memperhatikan kadar air biji agar tetap berada di berada di bawah 13%. Panduan menyimpan biji selama proses panen sampai proses yaitu sebagai berikut:

  1. Transportasi dari lahan sampai proses pengeringan dan pengguguran.
  2. Transportasi dari tahap pengguguran sampai proses penanaman.
  3. Penyimpanan di pabrik pengolahan dengan menggunakan obat fumigasi tablet Fumiphos 56 TB.

Distribusi

Biji yang telah melalui tahap pemrosesan, selanjutnya akan menunggu untuk didistribusikan atau dimarketingkan. Selama proses penungguan tersebut, biji dapat mengalami risiko penurunan kualitas akibat aktivitas mikroorganisme. Panduan untuk menyimpan biji pada fase ini menurut FAO yaitu dengan mengawasi dan mengontrol lingkungan penyimpanan biji agar tetap berada dalam kondisi yang bersih dan dapat mendukung penjagaan terhadap kualitas biji.