Tips Melakukan Fumigasi

Fumigasi568 views

Fumigasi adalah suatu proses yang sudah tidak asing lagi dilakukan pada industri pertanian dan juga penyimpanan bahan pangan. Namun, bagaimana cara melakukan fumigasi yang baik dan benar? Simak tipsnya berikut ini!

Fumigasi merupakan tindakan untuk mencegah pertumbuhan dan perkembangan hama yang merugikan tanaman dan juga komoditas pangan yang sangat rentan mengalami kerusakan akibat hama.

Fumigasi dilakukan dengan menggunakan bahan kimia dalam bentuk gas fumigasi biasanya yang bersifat toksik dan mematikan hewan atau hama yang menjadi target dari proses fumigasi ini.

Pemilihan fumigan

Trik pertama dari cara melakukan fumigasi yang baik yaitu dengan menentukan jenis fumigan seperti apa yang sesuai untuk properti yang akan dilakukan fumigasi.

Sebelum operator fumigasi melakukan fumigasi, maka perlu diinformasikan mengenai bahan aktif fumigasi yang digunakan oleh pihak pelaksana fumigasi kepada pemilik area yang akan dilakukan fumigasi.

Pihak pelaksana fumigasi perlu memberitahukan informasi mengenai nama fumigan yang digunakan, nama perusahaan pelaksana fumigasi, dan tanggal fumigasi dilakukan dengan lengkap.

Prosedur fumigasi

Cara melakukan fumigasi harus dilakukan melalui prosedur yang jelas dan urut. Pada umumnya proses fumigasi berlangsung selama tiga hari dua malam. Berikut ini adalah penjelasan detail mengenai prosedur fumigasi secara lengkap.

Hari pertama

Cara melakukan fumigasi dimulai dari hari pertama dimana seluruh area yang akan difumigasi dengan kain terpal. Pihak pelaksana fumigasi yang profesional dan telah berlisensi menyiapkan bagian dalam atau interior dengan memastikan bahwa area yang akan difumigasi telah terbebas dari adanya makanan, obat-obatan, tumbuh-tumbuhan, orang-orang, dan hewan-hewan peliharaan.

Pihak pelaksana fumigasi tentu saja wajib melindungi diri dengan menggunakan peralatan yang memadai seperti pakaian dan juga masker untuk fumigasi, mengingat bahwa bahan aktif yang ada pada obat fumigasi sendiri dapat berbahaya bagi kesehatan. Selain itu, pihak pelaksana fumigasi juga bertanggung jawab terhadap penempatan kipas angin, pembukaan pintu-pintu dan laci dan penempatan tanda peringatan terhadap kloropikrin pada area-area tertentu.

Struktur fumigasi diamankan dengan pengunci sekunder pada seluruh pintu masuk dan tanda peringatan bahaya yang dipasang pada lokasi-lokasi spesifik.

Ketika area eksterior yang telah ditutup secara rapat dan bagian interior telah dipersiapkan, tanda peringatan telah dipasang dan bahan fumigasi yaitu fumigan telah dilepaskan dengan dosis tertentu selama beberapa waktu dan kemudian akan mengalami proses penetrasi ke dalam bahan-bahan yang difumigasi untuk membunuh kutu atau hama yang ada di area tersebut.

Hari kedua

Cara melakukan fumigasi pada hari kedua yaitu dengan melakukan proses aerasi. Tahapan ini dilakukan dengan cara membuka sistem ventilasi yang ada pada area-area tertentu untuk membiarkan terjadinya pertukaran udara toksik dengan udara luar yang bersih.

Hari ketiga

Cara melakukan fumigasi pada hari ketiga yaitu dengan melakukan pembukaan kain terpal yang digunakan sebagai penutup pada hari pertama. Ketika kain terpal dibuka, pihak pelaksana fumigasi harus segera mengambil sampel dari area di dalam kain terpal yang tertutupi selama proses fumigasi berlangsung.

Ketika pihak pelaksana fumigasi telah menyatakan bahwa sampel yang diperiksa aman, maka perlu dibuat tanda peringatan yang menyatakan tanggal dan waktu yang menyatakan bahwa bahan tersebut telah aman.

Setelah itu, tanda-tanda peringatan bahaya juga harus dilepas yang menandakan bahwa proses fumigasi telah selesai.

Yang dibolehkan masuk ketika proses fumigasi berlangsung

Setelah Anda mengetahui cara melakukan fumigasi yang baik dan benar, maka selanjutnya perlu diketahui pula mengenai peraturan siapa saja yang diperbolehkan memasuki area yang sedang dilakukan proses fumigasi.

Bahan kimia yang digunakan untuk proses fumigasi bersifat sangat mematikan dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Paparan terhadap fumigan atau bahan fumigasi akan menyebabkan infeksi hingga kematian.

Maka, pada saat proses fumigasi sedang berlangsung, tidak ada satu orangpun yang boleh memasuki area yang sedang dilakukan fumigasi, sehingga tanda peringatan bahaya sangat penting untuk memberitahukan bahwa area tersebut sedang dilakukan fumigasi dan tidak ada seorangpun yang boleh memasukinya.

Para pelaku fumigasi juga dapat mengunci seluruh pintu yang ada sehingga dapat mencegah orang untuk memasuki area yang sedang difumigasi.